Mengenalmu, adalah luka yang aku tabung

Sudah berapa waktu lebih aku berjalan tanpamu. Dulu, sepersekian detik semakin kesini aku semakin merindu. Segala tentangmu adalah kecanduan yang mampu memabukkanku dalam hayalan. Tepat disaat aku sedang jatuh sejatuh jatuhnya dalam cinta yang kau janjikan akan indah jika kita bersama, nyatanya malah kau dorong hingga sekarang aku sekarat didasar jurang. 

Lucu sekali, aku yang bertahan sepenuh hati nyatanya kau hanya sampai pada separuh hati. Kini semua hal tentangmu memang menjadi kenangan, yang entah ingin aku kenang, atau aku buang. Ingin bilang ikhlas pada kenyataannya pun aku masih belum mampu. Gimana dong? 

Bersamamu kala itu adalah tabungan luka yang kini, kurasakan sepenuhnya.
Terimakasih sebab denganmu aku lebih menghargai kata berjuang dan bertahan. Meski akhirnya hancur berantakan. 

Terimakasih adalah kata tulus yang ingin kusampaikan meski niatan hati sudah tidak ingin mengurus. 


Terimakasih untuk segala warna yang pernah kita corat coret bersama. Meski aku merasakan luka, aku tidak mungkin berbohong bahwa denganmu, aku juga telah jatuh cinta. 


Tertanda dari yang pernah mengisi nama dihatimu.

-Aku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku yang menggenggam erat jemarimu, kamu yang melonggarkan jemariku.

Dalam kisah percintaan ini, kamulah pemenangnya.

Aku pernah bahagia dalam sekejap, namun itu adalah kebahagiaan dari akhir yang kau inginkan